Rabu, 11 Januari 2012

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.

1.2. Rumusan Masalah
Dalam penulisan ini, ada beberapa hal yang ingin pemakalah ajukan sebagai berikut:
A.

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuannya ialah mendapatkan laporan yang apa adanya dengan sedikit atau tanpa interpretasi atau campur tangan atas kata-kata lisan informan dan dengan sedikit atau tanpa penafsiran atas pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
1.4. Manfaat Penulisan
Manfaat dan kegunaan penulisan merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat, maka sekarang kegunaannya dari penulisan makalah ini ialah untuk menjelaskan tentang keseluruhan dari penelitian kualitatif.

1.5. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat dan Kegunaan Penulisan
E. Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
A.Pengertian penelitian kualitatif
B.Ciri- ciri penelitian kualitatif
C.Fungsi dan pemanfaatan penelitian kualitatif
D.Kelebihan dan kelemahan penelitian kualitatif
E.Langkah- langkah penelitian kualitatif

BAB III PEMBAHASAN
CONTOH PENELITIAN KUALITATIF
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran



















BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF
Istilah penelitian kualitatif kami maksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang, di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan social, atau hubungan timbal-balik. Sebagian datanya dapat di hitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif. Sebenarnya, istilah penelitian kualitatif bisa membingungkan, karena orang lain pula pemahamannya. Beberapa peneliti mengumpulkan data melalui wawancara dan pengamatan, dua teknik yang biasa dikaitkan dengan metode kualitatif. Sekalipun begitu, mereka selanjutnya menandai data tersebut dengan cara yang memungkinkannya untuk dianalisis secara statistic. Dengan begitu, berarti mereka mengkuantifikasi data kualitatif. Perlu diperhatikan bahwa kami tidak merujuk pada proses ini, tetapi pada prosedur analisa non matematis. Prosedur ini menghasilkan temuan yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan beragam sarana. Sarana itu meliputi pengamatan dan wawancara, namun bisa juga mencakup dokumen, buku, kaset video, dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain, misalnya data sensus .
B. CIRI-CIRI METODE KUALITATIF
Ciri-ciri metode kualitatif adalah seperti berikut ini:
1. Sumber data berada dalam situasi yang wajar (natural setting), tidak dimanipulasi oleh angket dan tidak dibuat-buat sebagai kelompok eksperimen.
2. Laporannya sangat deskriptif
3. Mengutamakan proses dan produk.
4. Peneliti sebagai instrument penelitian (key instrument).
5. Mencari makna, dipandang dari pikiran dan perasaan responden.
6. Mementingkan data langsung (tangan pertama), oleh sebab itu pengumpulan datanya mengutamakan observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi.
7. Menggunakan triangulasi, yaitu memeriksakan kebenaran data yang diperoleh kepada pihak lain.
8. Menonjolkan rincian yang kontekstual, yaitu menguraikan sesuatu secara rinci tidak terkotak-kotak.
9. Subjek yang diteliti dianggap berkedudukan yang sama dengan peneliti, peneliti bahkan belajar kepada respondennya.
10. Mengutamakan perspektif emic, yaitu pendapat responden, daripada pendapat peneliti sendiri (etic)
11. Mengadakan verifikasi melalui kasus yang bertentangan.
12. Sampel dipilih secara purposional
13. Partisipasi peneliti tidak mengganggu natural setting.
14. Analisis data dilakukan sejak awal sampai penelitian berakhir.
15. Desain penelitian tampil selama proses penelitian (emergent)

C. FUNGSI DAN PEMANFAATAN PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif dimanfaatkan untuk keperluan :
1. Pada penelitian awal dimana subjek penelitan tidak didefinisikan secara baik dan kurang dipahami.
2. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional.
3. Untuk penelitian konsultatif.
4. Memahami isu-isu rumit sesuatu proses.
5. Memahami isu-isu rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang.
6. Untuk memehami isu-isu yang sensitif.
7. Untuk keperluan evaluasi.
8. Untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak dapat diteliti melalui penelitian kuantitatif.
9. Digunakan untuk meniliti tentang hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang subjek penelitian.
10. Digunakan untuk lebih dapat memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui.
11. Digunakan untuk menemukan perspektif baru tentang hal-hal yang sudah banyak diketahui.
12. Digunakan oleh peneliti bermaksud meneliti sesuatu secara mendalam.
13. Digunakan oleh peneliti yang berkeinginan untuk menggunakan hal-hal yang belum banyak diketahui ilmu pengetahuan.
14. Dimanfaatkan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu dari segi prosesnya .

D. Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Kualitatif
• Kelebihan penelitian kualitatif
a. Kemampuannya memahami makna dibalik prilaku
b. Mampu menemukan teori baru untuk setting kebudayaan yang diteliti.
• Kelemahan penelitian kualitatif
a. Hasil penelitian bersifat subjektif
b. Temuan teori hanya untuk setting kebudayaan yang terbatas
c. Kegunaan teori yang dihasilkan rendah karena belum tentu dapat dimanfaatkan.
E. Contoh-Contoh Penelitian Kualitatif
a. Penelitian tentang kehidupan
b. Penelitian riwayat
c. Perilaku seseorang
d. Peranan organisasi
e. Pergerakan sosial

F. LANGKAH-LANGKAH PENLITIAN KUALITATIF
Tahap l Observasi Pendahuluan
• Menentukan tema-tema pokok penelita\
• Menemukan gambaran alur penelitian
Tahap ll Pengumpulan Data
• Menemukan informan
• Mewawancarai data dan mengobservasi serta membuat catatan harian
• Menemukan informan baru
• Mngembangkan strategi wawncara dan observasi
• Melakukan trianggulasi untuk menemukan kebenaran data
• Terus menerus membuat catatan harian
Tahap lll Pengumpulan Data Lanjutan
• Merevisi draf laporan penelitian
• Menemukn kekurangan data dan informasi
• Membuang informasi yang tidak penting
• Menemukan informan barue
• Terus menerus menggunakan trianggulasi
• Terus menerus membuat catatan harian baru
• Menghentikan penelitian
• Mengembangkan draf laporan menjadi rancangan laporan ahir
• Menyempurnakan rancangan laporan menjadi laporan ahir
Dalam tradisi penelitian kualitatif,format penelitian diatas bukanlang ukuran baku yg tidak dapat berubah dan dikontruksi ulang,karena dalam penelitian kualitatif memliki desain yg tentatif atau berubah-ubah.
\
BABIII
PEMBAHASAN
Contoh penelitan kualitatif
“Teluk Awur, Sektor Wisata berpotensi yang kurang Diperhatikan oleh pemerintah Kota Jepara”
Khafidz Mubasyir, seorang mahasiswa INISNU Jepara melakukan penelitian tentang pantai Teluk Awur yang ada di jepara, ia ingin mngetahui sebab- sebab mengapa pantai Teluk Awur kurang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Iapun melakukan langkah- langkah sebagai berikut:
1. Mengobservasi atau mengamati keadaan pantai Teluk Awur,
Dari hasil observasi, ia menemukan kenyataan bahwa kondisi Teluk Awur sangat memprihatinkan, sampah- sampah yg berserakan menjadi pemandangan yang sangat menyedihkan.
2. Menggali keterangan dari masyarkat sekitar dan wisatawan yang mengunjungi pantai Teluk Awur.
Dari hasil wwancara, ia menemukan beberapa keluhan tentang keadaan pantai Teluk Awur, banyak wisatawan yang mengeluhkan tentang ketiadaan fasilitas yang harusnya tersedia pada objek-objek wisata seperti taman bermain, area parkir, dan lain sebagainya.
3. Mengumpulkan data-data yang telah didapatkan dan membuat kesimpulan.
Dari data yang telah didapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pantai Teluk Awur merupakan salah satu sektor pariwisata yang sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, namun tidak dimanfaatkan sebaik mugkin. Pantai Teluk Awur terkesan jauh dari perhatian pemerintah kabupaten Jepara.
4. Membuat kerangka laporan.
5. Mengembangkan kerangka laporan menjadi laporan utuh





BABV
PENUTUP
kesimpulan
Pengertian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statisti. Dan penelitian ini memiliki ciri-ciri: laporan sangat diskriptif, mengutamakan proses dan produk, peneliti sangat instrumen penelitian. Fungsi dari penelitian ini adalah untuk keperluan evaluasi, untuk penelitian kualitatif, memahami isu-isu rumit sesuatu proses.
 Kelebihan penelitian kualitatif.
- Kemampuannya memahami makna dibalik prilaku
- Mampu menemukan teori baru untuk setting kebudayaan yang diteliti.
 Kelemahan penelitian kualitatif
- Hasil penelitian bersifat subjektif
- Temuan teori hanya untuk setting kebudayaan yang terbatas
- Kegunaan teori yang dihasilkan rendah karena belum tentu dapat dimanfaatkan
Saran
Demikian makalah ini kami susun, tentunya masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik untuk membangun makalah ini, sangat kami harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.Selebihnya kami ucapkan terima kasih.






DAFTAR PUSTAKA
Anselm Strauss & Juliet Corbin.2003. Dasar-dasar Penelitian Kualit.ati., Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Husaini Usman & Purnomo Setiady Akba.1995. METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL. Jakarta: PT Bumi Aksara
Lexy J. Moleong.2009. Metodologi Penelitian Kualitatif .Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar