Rabu, 11 Januari 2012

metodologi penelitian komparatif

DAFTAR ISI

Daftar Isi………………………………………………………………………..……...1
Kata Pengantar…………………………………………………………………..……..2
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang……………………………………………………………..3
I.2 Rumusan Masalah……………………………………………….…….…...4
I.3 Tujuan Penulisan………………………………………………….............4
I.4 Manfaat dan Kegunaan Penulisan………………………………...............4
I.5 Sistematika Penulisan……………………………………………..............4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Penelitian Komparatif…………………………………..…….5
2.2 Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Komperatif……………..……….6
2.3 Tujuan Penelitian Komparatif……………………………………..………8
2.4 Prosedur Penelitian Komparatif…………………………………..……….8
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Contoh Penelitian Komparatif……………………………………………..9
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan……………………………………………………….…………12
B. Saran…………………………………………………………….………..12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………….............………………….13













KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala yang di berikan sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik walaupun dalam bentuk-bentuk yang sederhana. Sholawat serta salam semoga senaniasa terlimpahkan kepada Beliau Nabi Muhammad SAW dan kepada seluruh orang terdekat Beliau baik keluarga maupun sahabatnya.
Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian dengan dosen pengampu Bapak Nur Khoiri, M.Ag. Kami mengucapkan terima kasih kepada Beliau atas bimbingan dan saran sehingga terwujudnya makalah ini.
Dan akhirnya tiada manusia yang sempurna. Saran dan kritik yang sifatnya membangun serta kami harapkan demi terciptanya pendekatan kepada taraf yang sempurna maupun suatu harapan mudah-mudahan apa yang di sajikan dalam makalah ini akan berguna bagi pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Jepara, 8 Desember 2011


Penyusun










BAB I
PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang
Di dalam dunia pendidikan di kenal pula studi tentang penelitian pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar dalam penelitian pendidikan kelak diharapkan menggunakan metode yang tepat dan efektif untuk mengolah data. Lebih lagi, sebagai mahasiswa, kita harus mengetahui dan memahami tentang beberapa metode penelitian yang ada. Dari pendekatannya secara umum penelitian dibagi menjadi 3, yaitu : kuantitatif, kualitatif dan mixed method. Menurut Emzir (2010: 2) penelitian kualitatif adalah deskriptif dan data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Sedangkan, penelitian kuantitatif adalah analisis statistik dan data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk yang dapat dihitung (numeric).
Pada penelitian kuantitatif terdapat beberapa jenis penelitian. Subana dan Sudrajat (2009: 26) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif terbagi menjadi penelitian eksperimen, deskriptif korelasional, evaluasi dan kausal komperatif. Penelitian komperatif sering sukar dibedakan dengan penelitian korelasional. Emzir (2010: 120) mengemukakan penelitian korelasional dan komparatif sukar dibedakan karena kedua penelitian ini mempunyai manipulasi dan hal yang sama mengenai interpretasi hasil. Akan tetapi, terdapat pula perbedaan antara keduanya. Studi komperatif biasanya melibatkan dua atau lebih kelompok dan satu variabel bebas. Lebih lagi, studi ini melibatkan perbandingan Sementara studi korelasional melibatkan korelasi (hubungan). Untuk itu di dalam makalah ini pemakalah berusaha menjelaskan tentang pengertian, tujuan, ciri-ciri, keunggulan, contoh dan langkah-langkah penelitian komperatif.



1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi kajian pokok dalam makalah ini adalah :
1. Apakah pengertian dan tujuan penelitian komperatif ?
2. Apakah terdapat keunggulan dan kelemahan pada penelitian komperatif ?
3. Bagaimanakah contoh dan langkah-langkah penelitian komperatif ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah :
1. Mendeskripsikan pengertian dan tujuan penelitian komperatif.
2. Mendeskripsikan kelemahan dan keunggulan penelitian komperatif.
3. Mendeskripsikan ciri-ciri, langkah-langkah dan contoh penelitian komperatif.
1.4 Manfaat
Makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil makalah ini bermanfaat pada kajian metodologi penelitian pendidikan. Secara praktis, makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi pembaca.
I.5 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Penulisan
I.4 Manfaat dan Kegunaan Penulisan
I.5 Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Penelitian Komparatif
2.2 Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Komperatif
2.3 Tujuan Penelitian Komparatif
2.4 Prosedur Penelitian Komparatif

BAB III PEMBAHASAN
3.1 Contoh Penelitian Komparatif

BAB IV PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran































BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Penelitian Komparatif

Penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat, dengan menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Jangkauan waktu adalah masa sekarang, Karena jika jangkauan waktu terjadinya adalah masa lampau, maka penelitian tersebut termasuk dalam metode sejarah. Dalam studi komparatif ini, memang sangat sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai control. Hal ini semakin nyata kesulitannya jika kemungkinan-kemungkinan hubungan antarfenomena banyak sekali jumlahnya.
Studi komparatif banyak sekali dilakukan jika metode eksperimental tidak dapat diperlukan. Bidang studi dapat mencakup penghidupan kota dan desa, dengan membandingkan pengaruh sebab akibat dari makanan, rekreasi, waktu kerja, ketenangan kerja, dan sebagainya. Penelitian komparatif dapat dilakukan untuk mencari pola tingkah laku serta prestasi belajar dengan membedakan unsur, waktu sekolah,dll.
Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya, data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung. Peneliti dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji hubungan sebab akibat dari data-data yang tersedia.
Penelitian Komparatif adalah penelitian yang diakukan untuk membandingkan nilai satu variable dengan variable lainnya dalam waktu yang berbeda. Contoh : adakah perbedaan keuntungan antara BUMN dan perusahaan swasta tahun1997 dengan tahun 1999. Contoh judul penelitian komparatif :
• perbandingan BUMN dengan swasta
• perbandingan kerugian pedagang di Jakarta dengan pedagang di Solo akibat kerusuhan
• perbandingan biaya angkutan darat dan laut dari Surabaya ke Medan
Menguji Hipotesis Komparatif berarti menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan melalui ukuran sampel yang juga berbentuk perbandingan.Terdapat dua model Kompasi, yaitu Komparasi antara dua sampel dan Komparasi antara lebih dari dua sampel yang sering disebut Komparasi K sampel.

2.2 Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Komparatif

2.2.1. Keunggulan Penelitian komparatif

Keunggulan metode ini adalah sebagai berikut :
a. Metode komparatif dapat mensubtitusikan metode eksperimental karena beberapa alas an :
• Jika sukar diadakan control terhadap salah satu faktor yang ingin diketahui atau diselidiki hubungan sebab akibatnya.
• Apabila teknik untuk mengadakan variable control dapat menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya interaksi secara normal.
• Penggunaan laboratorium untuk penelitian untuk dimungkinkan, baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika dan normal.
b. Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistic yang lebih maju, membuat penelitian komparatif dapat mengadakan estimasi terhadap parameter-parameter hubungan kausal secara lebih efektif.
.
2.2.2 Kelemahan Penelitian Komparatif
Di samping keunggulan-keunggulan, penelitian komparatif mengandung kelemahan-kelemahan, antara lain :
a. Karena penelitian komparatif sifatnya ex post focto,maka penelitian tersebut tidak mempunyai control terhadap variable bebas. Peneliti hanya berpegang pada penampilan variable sebagaimana adanya, tanpa kesempatan mengatur kondisi ataupun mengadakan manipulasi terhadap beberapa variable. Karena itu, si peneliti diharapkan mempunyai cukup banyak alas an dalam mempertahankan hasil hubungan-hubungan kausal yang ditemukan, dan dapat mengajukan hipotesa-hipotesa saingan untuk membuat justifikasi terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ditarik.
b. Sukar memperoleh kepastian, apakah faktor-faktor penyebab suatu hubungan kausal yang diselidiki benar-benar relevan.
c. Karena faktor-faktor penyebab bukan bekerja secara merdeka, tetapi saling berkaitan antara satu dengan lain, maka interaksi antarfaktor-faktor tunggal sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu fenomena sukar diketahui. Bahkan akibat dari faktor ganda, bisa saja dikarenakan oleh faktor di luar cakupan penelitian yang bersangkutan.
d. Ada kalanya dua atau lebih faktor memperlihatkan adanya hubungan, tetapi belum tentu bahwa hubungan yang diperlihatkan adalah hubungan sebab akibat. Mungkin saja hubungan variable tersebut dikarenakan oleh adanya keterkaitan dengan faktor-faktor lain diluar itu. Di lain pihak, andai katapun telah diketemukan bahwa hubungan antara faktor-faktor adalah hubungan sebab akibat, tetapi masih sukar untuk dipisahkan, faktor mana sebagai penyebab dan faktor mana yang merupakan akibat.
Mengkategorisasikan subjek dalam dikhotomi (misalnya dalam kategori demokrasi dan otoriter, pandai bodoh, tua-muda, dan sebagainya) untuk tujuan perbandingan dapat menjurus kepada pengambilan keputusan dan kesimpulan yang salah akibat kategori-kategori dikhotomi yang dibuat mempunyai sifat kabur, bervariasi, samar-samar, menghendaki valuejudgement dan tidak kokoh
2.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian komparatif menurut Dra. Aswani Sudjud (dikutip Suharsimi Arikunto, 2006:267) adalah untuk menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan tentang benda-benda, tentang orang, tentang prosedur kerja, tentang ide-ide, kritik tehadap orang lain, kelompok, terhadap suatu idea tau prosedur kerja. Dapat juga membadingkan kesamaan pandangan dan perubahan-perubahan pandangan orang, grup atau Negara terhadap kasus, terhadap orang, terhadap peristiwa atau terhadap ide-ide.
2.4 Prosedur Penelitian Komparatif
Langkah-langkah pokok dalam studi komparatif adalah sebagai berikut :
a. Rumuskan dan definisikan masalah.
b. Jejaki dan teliti literature yang ada.
c. Rumuskan kerangka teoritis dan hipotesa-hipotesa serta asumsi-asumsi yang dipakai.
d. Buatlah rancangan penelitian :
• Pilih subjek yang digunakan dengan teknik pengumpulan data yang diinginkan.
• Kategorikan sifat-sifat atau atribut-atribut atau hal-hal lain yang sesuai dengan masalah yang ingin dipecahkan, untuk memudahkan analisa sebab akibat.
e. Uji hipotesa, buat interpretasi terhadap hubugan dengan teknik statistic yang tepat.
f. Buat generalisasi, kesimpulan seta implikasi kebijakan.
g. Susun laporan dengan cara penulisan ilmiah.
Dalam penelitian komparatif, sering digunakan teknik korelasi, yaitu meneliti derajat ketergantungan dalam hubungan-hubungan antarvariabel dengan menggunakan koefisien korelasi. Tetapi perlu dijelaskan bahwa penggunaan koefisien korelasi hanya menyatakan tinggi rendahnya ketergantungan antarvariabel yang diuji, tetapi tidak menyatakan ada tidaknya hubungan yang terjadi. Ini berbeda dengan penggunaan metode eksperimental. Pada metode eksperimental, peneliti dapat menguji ada tidaknya efek tertentu. Dengan demikian penggunaan teknik korelasi dalam penelitian komparatif mengandung kelemahan-kelemahan, antara lain :
• Menjurus pada keterbiasaan menggunakan teknik korelasi dengan memasang variable apa saja tanpa pilih yang menjurus pula kepada interpretasi yang salah.
• Tidak adanya control terhadap variable bebas, dan tidak dapat melihat ada tidaknya hubungan kausal antarvariabel. Peneliti tidak dapat mengenal, yang mana variable bebas dan mana variable dependen




























BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Contoh Penelitian Komparatif
Contoh 1 :
Judul : “Studi Komperatif Prestasi Belajar antara Kelas A dan B Fakultas Tarbiyah Inisnu Jepara Tahun Pelajaran 2011/2012 dalam Mata Kuliah Metode Penelitian”
Identifikasi masalah:
Dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah prestasi belajar antara kelas A berbeda dengan kelas B berdasarkan mediannya. Berdasarkan wawancara terhadap 10 Mahasiswa kelas A dan 9 Mahasiswa kelas B di peroleh data tercantum dalam table berikut.
TABEL
HASIL NILAI KELAS A DAN KELAS B
DALAM MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN
No. Kelas A Kelas B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 50
60
70
70
75
80
90
95
95
100 45
50
55
60
65
65
70
80
100

Untuk menghitung median gabungan, maka data 2 kelompok tersebut dari yang kecil menuju yang besar.
45 50 50 55 60 60 65 65 70 70 70 75 80 80 90 95 95 100 100
Median (nila tengah) untuk kelompok tersebut jatuh pada urutan ke-10, yang nilainya =70. Berdasarkan table dapat diketahui bahwa :
A= 6; C=4; B=7; D=7


TABEL PENOLONG UNTUK MEMPERMUDAH MENGUJI
SIGNIFIKANSI DUA SAMPEL PADA TES MEDIAN
Jumlah nilai Kelas A Kelas B Jumlah
Di atas median
Gabungan
Di bawah
Median
gabungan A= 6


C= 4 B=2


D= 7 A+B= 8


C+D= 11
Jumlah 10 9 N= 19

Selanjutnya di masukkan dalam rumus sehingga :
N [ (AD-BC) – N]2
X2= 2
(A+B)(C+D)(A+C)(B+D)

19 [ (6.7-2.4) – 19]2
X2= 2
(6+8)(4+7)(6+4)(2+7)

X2= 11404,75 = 0,823
13860

Harga chi kuadrat table untuk dk = 1 dan α = 5% (0, 05) = 3, 841 karena harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari table (0,00034 < 3, 841 ), maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara nilai kelas A dan B, berdasarkan mediannya.





BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat, dengan menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Jangkauan waktu adalah masa sekarang, Karena jika jangkauan waktu terjadinya adalah masa lampau, maka penelitian tersebut termasuk dalam metode sejarah. Dalam studi komparatif ini, memang sangat sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai control. Hal ini semakin nyata kesulitannya jika kemungkinan-kemungkinan hubungan antarfenomena banyak sekali jumlahnya.
4.2 Saran
Disarankan agar hasil-hasil penelitian ini dapat di manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian komparatif. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penelitian komparatif yang lebih luas.















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. “Teori Penelitian Kausal Komparatif”. http://www.infoskripsi.com/Theory/Penelitian-Kausal-Komparatif.htm. Diakses tanggal 25 Februari 2011.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers.
Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Marzuki, C. 1999. Metodologi Riset. Jakarta: Erlangga.
Subana dan Sudrajat. 2009. Dasar-Dasar penelitian Ilmiah. Bandung: Pustaka Setia.
Sugiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, Arikunto.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Moh.Nazir, Ph.D.1988. metode penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.hlm :68-71

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar